Kamis, 17 Juli 2014

#curcolUAS

Yeah, selama final test kemarin ada suka duka yang menghampiri silih berganti.
Sukanya itu kalo soal yang diujikan ngga sesuai sama apa yang dipelajarin :p wkwk..
ngga tau kenapa aku suka banget dapet soal kayak gitu. Soalnya menuntut aku bernalar ria *nalar apa ngarang? :p* tapi ngga berlaku sama mata kuliah Tauhid kemarin. Soal beda, tapi tetep aja ngga bisa nalar. Lah wong yang ditanyain tentang nama- nama surga dan neraka, masa iya aku mau ngarang? XD jadinya aku jawab sebisa dan seingat aku aja. Nama neraka cuma terjawab empat, dan nama surga cuma terjawab dua :'( *I'm not sure I can get the best score in that lesson* ya sudahlah yang berlalu biarlah berlalu.
Jadikan itu pelajaran berharga di masa depanmu :')
Let's move on!
Setelah sedih karena gagal menaklukkan soal Tauhid, akhirnya aku bisa melukis senyuman waktu mata kuliah Evaluasi. Tanya kenapa? jawabnya karenaaa... berhitung! yeay!
Frankly, aku emang ngga begitu suka hitung- hitungan, tapi daripada menghafal teori yang banyaknya sampe tumpeh-tumpeh yaa mending hitung- hitungan deeh :p toh, hitungnya boleh pake kalkulator ini, hihihi..
Oya, sama seperti tes- tes sebelumnya.
Aku selalu merasa sedih dan kecewa.
Saat sedih dan kecewa itu, aku cerita ke Papa, dan Papa bilang..
"kalo kamu dapet nilai bagus karena nyontek, malah papa kasih PRET! tapi kalo kamu dapet nilai bagus karena hasil usahamu sendiri, Papa peluk- peluk!"
Jawaban sederhana tapi sukses bikin aku ngga sedih lagi :')
Thank you, Pa! I love you! <3
I've try to pass every mid/final test with my effort and my ability. Kuncinya, percaya diri. Meski terkadang aku nggak percaya diri, but I'm sure that Allah always beside me and Allah always help me whenever and wherever I need :')

no TITLE :p

"Di sini Aku"
***
Disinilah
tempatku menyandarkan punggungku
dari keletihan dunia kampus.
Disinilah
tempatku mencurahkan ke-ngantuk-an ku
setelah tidur larut malam.
Disinilah
tempatku membaca buku- buku yang ku bawa
sebagai bentuk menghabiskan waktu luang.
Disinilah
tempatku mendapatkan ide menulis
untuk blog-ku.
Disinilah
tempat dimana aku pernah kehilangan
smartphone yang baru berumur 3 bulan.
Ya, di sini.
Di dalam angkutan umum (angkot) ini.
Telah ku habiskan banyak waktuku di sini.
Ku telusuri setiap detail perjalanan yang ku lalui.
Angin sepoi melambai- lambai
diiringi rasa kantuk yang menghantui.
Selesai.

Jumat, 27 Juni 2014

Praktek ngajar brooh!

Bagi sebagian orang mungkin mengajar itu sudah biasa.
Tapi menurutku, luar biaso~
Sebagai calon guru, praktek ngajar itu masuk jd salah satu mata kuliah wajib.
Dan kemarin (25/06/14) waktunya kelompokku praktek ngajar.
Pengalaman pertama nih.. dagdigdug DUER!
Saking deg2an, tangan jadi dingin, jari-jari dingin, hati dingin, gaya pun ikutan dingin (baca: cool) #eaaa :p
Skenarionya tuh, aku masuk kelas bawa tas jinjing (hasil pinjem ke temen sekelompok, wkwk :p soalnya gabole pake ransel sih) trus menyampaikan materi sesuai rancangan yang udah aku buat malem sebelumnya. Perfecto! :D
Menurutku semuanya berjalan lanjar jaya bebas hambatan. Semuanya tersampaikan. Pembukaan, penyampaian materi, lalu penutupan. Lupa dikit pas penutupan ga pake hamdalah (padahal pas mulai pelajaran pake basmalah XD) dan doa penutup majelis, tapi ya sudahlah, dimaafkan. Siap-siap keluar kelas, beresin buku di atas meja, dan jalan menuju pintu kelas. Terasa ada yang kurang sih, tp diinget2 kayaknya semua udah tersampaikan. Santai aja jalan keluar. Sampe diluar kelas, temen-temen yg jadi audience diluar kelas bilang, “tasnya mana bu?”.
Hah? Tas? Alamaaaak.... tas nya ketinggalan dikelas!!mana rekamannya udah di-stop pula. Ah, sudahlah. Ngga terlalu fatal sih, tp memalukan -_- masuk kelas pake tas, keluar kelas tas nya ditinggal. Maklum tas pinjeman, jd hatinya blm nyatu sama si tas gitu deh *ngelees*
Kalo diibaratkan, pengalamanku itu kyk ibu2 pergi ke pasar sm anaknya, sampe rumah anaknya ketinggalan di pasar gegara si ibu khusyuk bgt belanja jd lupa sm anaknya deh. Hahaha..

Satu kesalahan yang akan ku ingat waktu praktek ngajar di dunia nyata sekolah :’D

Kamis, 26 Juni 2014

Ah, sudahlah~

Ngga tau ini sajak, puisi, atau curcol, yang pasti ini isinya tentang kegelisahanku gara-gara di-PHP-in sama dosen pembimbing praktik ngajar yang tugasnya merekam (bukan cameraman, tp videoman) :p
**

Tahukah kau
bagaimana rasanya menunggu?
Jenuh hingga letih
Kantuk tiada henti

Tahukah kau
bagaimana rasanya diberi harapan palsu?
Amarah berkelebatan
namun hanya bisa diam
menanti kepastian

Tahukah kau
bagaimana rasanya kecewa?
seperti luka yang ditetesi cuka, perih!

Lalu masihkah kau membuatku menunggu?
Memberi harapan palsu padaku?
Dan membuatku kecewa karenamu?
Ah, sudahlah.

**
Gimana gimana? kece ngga? :D hehe..
Just for fun, mumpung ide buat nulis lagi mengalir deras nih, jadi ya share aja walau sedikit gaje :p hihi..

Minggu, 15 Juni 2014

My Little Sister: Hadits part 3


Assalamu'alaikum teman-teman :D
Hadir kembali si mungil, Kamilah Nurul Husna.
Kali ini Kamilah membacakan sebuah hadits tentang "Keindahan".
Semoga bermanfaat! ;)

My Little Sister: Hadits part 2


Assalamu'alaikum teman-teman :D
Hadir kembali si mungil, Kamilah Nurul Husna.
Kali ini Kamilah membacakan sebuah hadits tentang "Taubat".
Semoga bermanfaat! ;)

My Little Sister: Hadits part 1


Assalamu'alaikum teman-teman :D
Hadir kembali si mungil, Kamilah Nurul Husna.
Kali ini Kamilah membacakan sebuah hadits tentang "Jangan Marah".
Semoga bermanfaat! ;)