Kamis, 16 Oktober 2014

Sejahtera Dengan Air


Bagaimana pun juga,
air sangat dibutuhkan dalam keseharian kita.
Mau minum, pake air.
Mau makan, pake air.
Eh salah maksudnya masak makanannya pake air, gitu :D
Mau masak nasi, pake air.
Masak mie? Pake air juga.
Kalo masak batu? Itu mah -.-“ errrr
Belum lagi kalo kita mau mandi, juga pake air.
Mau pipis, pake air.
Eh bisa juga sih pake tisu, tapi umumnya kan pake air :3
Ngga ada air? Yaa ga mandi, kan anak Pramuka kakaa :D hehe
Karena air merupakan sumber kehidupan, maka hidup akan lebih Sejahtera Dengan Air J
Nah, malam ini aku mau cerita sedikit tentang pengalamanku waktu KKN bulan lalu, semoga ada hikmah yang bisa diambil dari cerita singkat ini :)
Hidup beberapa minggu di desa yang kekurangan air itu sungguh membuat pilu hati ini. Terutama air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makan, minum, atau mandi. Itulah yang aku rasakan saat KKN bulan Agustus lalu. Mengabdi di desa yang asri dan hijau karena masih banyaknya sawah serta pepohonan namun terasa kering karena kekurangan air.
Masyarakat setempat pun mengeluhkan hal ini. Tapi mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut. “yaa mau gimana lagi..”
Sedih. Itu yang ku rasakan di sana. Meskipun hanya beberapa minggu aku dan teman-temanku KKN di sana, namun aku juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat setempat.
Minggu pertama kami KKN di sana, masih bahagia karena air bersih begitu derasnya mengalir dari mulut kran. Tapi menginjak minggu kedua, air yang keluar dari kran mulai berwarna kehijauan yang bercampur dengan lumut-lumut, awalnya kami merasa jijik L tapi kami masih bersyukur karena beberapa kelompok teman kami yang lain sudah mulai kekurangan air, dan saat menginjak minggu ketiga, kamar mandi kering kerontang karena tak setetes pun air yang keluar dari kran :’(
Karena kami kekurangan air terutama air bersih, kami hanya mengandalkan air minum galon yang selalu diisi ulang saat habis. Pernah tuh dua galon habis hanya dalam hitungan jam! Belum ada setengah hari loh. Bagaimana tidak cepat habis? Lah wong air minum ukuran galon itu tidak hanya untuk minum! Tapi juga untuk masak, mencuci sayuran, wudhu, juga buang air kecil dan besar.
Air jadi harta karun yang paling dicari di sana. Maka berapapun harganya akan dibayar demi mendapatkan air.
Masyarakat setempat menyediakan kolam-kolam buatan (yang biasanya terletak di belakang rumah mereka) untuk menjadi tempat penampungan air hujan. Sama dengan kami, dibelakang tempat tinggal kami selama KKN ada kolam penampungan air hujan juga. Maka saat hujan turun, tak henti-hentinya kami mengucap syukur. “Alhamdulillaah..”
Bulan Agustus masih dalam musim hujan, masih bisa mengharapkan hujan untuk turun.
Lalu bagaimana saat musim kemarau tiba?

kolam penampungan air hujan milik warga
sumber: pribadi

kolam penampungan air hujan yang mulai kering :(
sumber: pribadi

***
Begitulah cerita singkat saat aku KKN. Banyak pelajaran dan pengalaman hidup yang aku dapat di sana, salah satunya ya tentang air itu! :’)

Nah, agar hidup Sejahtera Dengan Air, maka pesanku untuk teman-teman (termasuk aku juga :D hehe) yaitu.. gunakanlah air yang masih mengalir deras saat ini dengan sehemat mungkin. Gunakan secara proposional, jangan berlebihan. Mungkin sekarang kita belum merasakan bagaimana sengsaranya hidup tanpa air, tapi suatu saat jika Tuhan berkehendak akan datang kepada kita ujian kekurangan air itu. Bersyukur dengan nikmat yang telah Tuhan beri kepada kita berupa ketersediaan air terutama air bersih. Saat mengisi bak mandi/bathtub jangan sampai kita lupa menutup kran dan akhirnya air menjadi tumpah-tumpah dan terbuang sia-sia.

Sekian untuk hari ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya ya temaan :D
Selamat malam. Oyasumi nasai. Bonne nuit. Good night.
Babaaaaays~