Senin, 04 Agustus 2014

Sepaket doa untukmu, kakek & nenek :’)

Segores rindu dari hati seorang cucu yang tak ber-kakek dan ber-nenek :')
***
Dear mbah kakung & mbah ibu..
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya untuk kalian berdua.
Aku kangeeeeen banget sama mbah kakung & mbah ibu.
Aku kangen sama kasih sayang kalian. Jadi teringat waktu kecil dulu pernah berkunjung ke rumah mbah. Mbah kakung beliin kelapa berkarung-karung sampe bingung tuh kelapa mau diapain XD
Kalo mbah ibu, pernah ngasih tempat telur. Di Jawa Timur (Banyuwangi, tepatnya) suka ada festival telur gitu, dan tempat telurnya itu lucu-lucu. Eh punya mbah ibu dikasih ke aku :’) dan satu lagi yang ngga pernah aku bisa lupa tentang mbah ibu.. mbah ibu lah yang pertama kali mengajarkanku do’a bangun tidur! Inget banget dulu mbah ngajarinnya di pintu dapur. Aku selalu berusaha supaya ngga lupa baca do’a kalo bangun tidur, dan semoga itu bisa jadi amal jariyah buat mbah! :’D
***
Dear mbah Asmu’i & mbah Suwarsih..
Lama sekali bahkan hampir lupa kapan terakhir aku melihat wajah kalian.
Untuk mbah Asmu’i, mungkin aku memang belum sempat bertemu atau bertatap muka walau sekali. Ya, itu karena mbah lebih dulu meninggalkan kami sebelum aku terlahir ke dunia. Mbah yang dimakamkan di makam pahlawan Sumbawa semakin membuatku tidak pernah mengunjungi mbah, bahkan hingga detik ini.
Tapi tak apa. Bukankah do’a itu tak terbatas oleh jarak dan waktu? Maka dari sini, aku do’akan semoga Allah senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada mbah. :’)
Mbah Suwarsih..
Mungkin dulu waktu aku kecil pernah berjumpa dengan mbah. Tapi jujur, aku lupa. Aku sama sekali tak ingat kapan terakhir aku bertemu dengan mbah *dan lagi-lagi aku menghibur diri*.
Tak masalah ya mbah :’) kita punya Allah yang Maha Mendengar. Mendengarkan do’a-do’a kita dimanapun dan kapanpun kita berada. Aku do’akan, semoga Allah senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mbah Asmu’i dan mbah Suwarsih.
Jujur, aku kangen banget sama kalian. ingin rasanya berjumpa meski hanya sekali. Aku ingin kalian tahu bahwa kalian punya cucu perempuan yang bernama Nurul Aisyah. Aku ingin kalian tahu bahwa kalian punya cucu perempuan yang akan selalu mendo’akan kalian, meski kita terpisahkan oleh ruang dan waktu.
***
sumber: koleksi pribadi
Wahai Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Lapangkanlah kubur mereka.
Terangilah kubur mereka.
Jauhkan dari mereka binatang-binatang tanah yang menggigit.
Dan jadikanlah lubang kubur mereka seperti taman-taman surga, bukan seperti lubang neraka.
Allaahummaghfirlahum, warhamhum, wa’aafihi, wa’fu’anhum.
Aamiin.

Hujan yang turun pada malam ini, membuat perasaanku semakin mengharu biru.