Senin, 20 Juli 2015

Biarkan Hati Bicara

"Ikutilah kata hatimu.
Karena kata hati takkan pernah salah". - Aisyah Humayra

Kata hati?
Emang hati bisa berkata?
Bisa bicara, gitu? :3

Hati di sini bukan hati organ tubuh itu ya, tapi lebih ke hati nurani.
Mungkin banyak orang bertanya-tanya seperti di atas dan banyak pula yang beranggapan bahwa hati itu tidak bisa bicara. Emang bener sih hati ngga bisa bicara sebagaimana mulut berbicara.
Karena hati 'berbicara' dengan caranya sendiri.
Bagaimana caranya?
Menurutku, hati itu berbicara saat kita melakukan sesuatu yang di luar aturan.
When we do something wrong, bad or something that Allah banned us to do it.

Pernah suatu kali aku melakukan sesuatu yang buruk, berbohong. Dan setelah mengatakan kebohongan itu rasanya deg-degan, hati ngga tenang, merasa bersalah banget pokoknya. Astaghfirulloh.
Atau pernah juga, saat keasikan main game dan menunda sholat.
Hati sering bergumam,
"ayo sholat dulu, nanti lanjutin lagi mainnya, sebentar lagi waktunya habis loh".

Nah, berarti hati berbicara dengan caranya sendiri, bukan?

Pernahkah kamu merasa hatimu berbicara?
Atau, pernahkah kamu mengabaikan kata hatimu?

Jangan biarkan noda-noda hitam mengotori hati kita dan membuat hati jadi ngga aware lagi sama dosa. Awalnya setitik noda, tapi lama-lama bisa jadi menggelapkan hati.
Semoga Allah senantiasa membukakan hati kita untuk menerima kebaikan dan kebenaran.
Ya, Allah, terangilah selalu hati kami dengan cahaya-Mu. Aamiin.

6:125

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Surah Al- An'am : 125)