Jumat, 05 Juni 2015

Membaca Isi Hati

Aku bersyukur pada Tuhan
karena tidak membekali manusia dgn kemampuan membaca isi hati.
Aku tidak bisa membayangkan
bagaimana jadinya jika kau bisa membaca isi hatiku.

Setiap kali kita bertemu,
pasti aku harus sekuat tenaga menyembunyikan pikiran-pikiranku yang bisa kau baca itu.
Sungguh memalukan sekali jika itu benar terjadi.

Setiap yang ku rasakan, selalu terbaca olehmu.

Tidak ada lagi rahasia di dunia ini.
Tapi untunglah itu hanya pengandaian saja.
Karena pada kenyataannya kita tidak dibekali kemampuan itu oleh Tuhan.
Senang rasanya bisa bertemu denganmu
tanpa khawatir apa yang ada di pikiranku bisa terbaca olehmu.
Padahal, jantungku berdebar tak karuan saat itu.

Syukurlah :)

sumber: Google image
Note: Puisi ini terinspirasi dari tulisan Mas Gun di bukunya yang berjudul "Hujan Matahari". Tulisan beliau berupa narasi yang kemudian aku tuangkan dalam bentuk puisi. Terinspirasi bukan berarti men-copy keseluruhan tulisan ya. Karena meski ada beberapa kalimat yang sama tapi puisi ini adalah curahan hati seorang Nurul Aisyah, huehehe :p Oya, puisi ini sudah ada musikalisasi puisi nya juga loh, buka link berikut https://soundcloud.com/aisyah_humayra/musikalisasi-puisi-membaca-isi-hati untuk dengerin musikalisasi puisi "Membaca Isi Hati" ini.
Siapa pengisi suaranya? Tidak lain dan tidak bukan adalah aku sendiri, Nurul Aisyah.
So, happy listening and enjoy!